Cara Mempersiapkan Dana Darurat

mempersiapkan dana daruratTidak ada yang tahu saatnya kehidupan berada di atas atau kapan akan mengalami masa-masa sulit di bawah. Begitu pula dengan soal keuangan, kadang kita memiliki cukup uang tapi ada satu waktu kamu hanya memiliki dana yang terbatas dan pas-pasan. Untuk menghindari masalah begini, sebagai seorang manusia yang berakal kamu harus memiliki kemampuan untuk mempersiapkan dana daruratMasalah tersebut biasanya berkaitan dengan soal kesehatan, pendidikan dan jaminan hari tua. Jika kamu tidak memiliki dana lain yang kamu simpan untuk masa depan dan hanya memikirkan masa sekarang, tidak mungkin masa yang akan datang bisa diterlilitkan. Nah, jika kamu termasuk orang yang peduli dengan kondisi keuangan di masa depan, pastikan kamu mempunyai dana cadangan yang bisa digunakan saat kamu benar-benar dibutuhkan uang. Lalu, gimana caranya untuk mempersiapkan keuangan untuk darurat sekarang bagi masa depan? Simak cara-caranya bagaimana mempersiapkan dana darurat di berikut ini:

1. Jangan Menunda

Walaupun kamu masih muda, bukan artinya kamu tidak perlu menyiapkan dana cadangan. Hal tersebut adalah hal yang harus dilakukan kapanpun saat kamu siap dan mampu. Tidak ada siapapun yang bisa memprediksi bagaimana kondisi keuangan, walaupun terlihat sehat dan lapang sekarang, bukan artinya kamu tidak akan memiliki kondisi yang serupa. Bersiaplah untuk hal yang terburuk dalam hidup, kamu harus menyiapkan tabungan darurat sejak dini saat kamu mampu dan terlambat.

2. Catat Setiap Pendapatan dan Pengeluaran

Agar dapat menentukan anggaran untuk menyimpan uang darurat. Kamu harus tahu berapa kisaran pendapatan dan pengeluaran dalam satu bulan. Jika sudah mengetahui berapa pastinya pemasukan dan pengeluaran kamu setiap bulan, kamu akan dapat menentukan berapa persuan duit masuk yang harus disisihkan untuk finansial darurat.

3. Kurangi Pengeluaran Konsumtif

Agar anggaran uang yang disiapkan tidak berkurang dan semakin banyak, kurangi pengeluaran konsumtif yang tidak diperlukan. Berusahalah untuk hidup lebih sederhana dengan membeli barang yang benar-benar kamu butuhkan dan dari situ, lebih gampang untuk kamu menyiapkan tabungan darurat.

4. Sisihkan Mulai dari Uang Receh

Menyisihkan uang yang kamu dapat simpan sebagai uang darurat tidak harus dari penghasilan saja, kamu juga dapat menyisihkan uang bonus, tunjangan atau kembalikan belanja dan parkir.

5. Menggunakan Asuransi

Bila kamu termasuk orang yang malas untuk menyisihkan uang, cobalah untuk mendaftarkan di asuransi. Asuransi di sini bisa dalam bentuk apa saja, bisa dari kesehatan, jiwa, mobil, rumah hingga hari tua. Secara otomatis, setiap bulan penghasilan kamu akan ditarik untuk membayar premi.

Tips Keuangan Keluarga Untuk Para Ibu

keuangan keluargaBanyak orang yang memilih menjadi seorang ibu rumah tangga itu hal yang mudah, namun menjadi ibu rumah tangga adalah suatu amanah yang berat dan banyak tanggung jawab di keluarga. Menjadi ibu memang dituntut harus pandai dalam berbagai hal, termasuk hal finansial. Banyak sekali yang memandang ibu rumahan itu tidak memperdulikan dengan urusan keuangan padahal sebenarnya kamu, para ibu, adalah seorang yang hebat dalam keuangan keluarga. Jadi, apa saja yang harus kamu lakukan supaya duit belanja kita cukup?

1. Bagilah ke beberapa rekening

Saat kamu menikah dan menerima uang belanja bulanan atau gaji bulanan dari suami, masukinlah ke beberapa amplop supaya uangnya tidak bocor ke mana-mana. Contohnya, uang belanja bulanan dibagi menjadi lima amplop, pertama berisi uang arisan, uang tagihan listrik dan air, uang SPP sekolah anak, uang asuransi dan investasi dan kelima berisi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Bila cara tersebut tidak cocok dengan kamu dan juga kurang aman, kamu bisa membaginya ke beberapa rekening bank. Dengan cara ini, keuangan keluarga akan lebih lancar dan tidak akan kesusahan untuk membayar yang diperlukan.

2. Sisihkan selembar sehari

Meskipun uang yang kamu dapatkan dari suami dan mengatur keuangan keluarga, bukan berarti kamu tidak memiliki keinginan atau cita-cita, seperti membeli gadget atau barang yang kamu inginkan. Daripada meminta dan merepotkan suami, kamu dapat menyisihkan selembar sehari dari uang belanja. Contohnya, sehari bisa menyicil Rp 20.000 maka sebulan menjadi Rp 300.000 dan setahun menjadi Rp 3.600.000. Dengan uang tersebut, kamu bisa beli barang yang kamu inginkan. Selain itu, kamu juga bisa berinvestasi, dan sebenarnya tidak perlu modal besar dan cukup dengan modal kecil. Dan itu juga kamu bisa mendapatkan dana yang memuaskan, contohnya kamu menyisihkan Rp 300.000 per bulan dan hasilnya dalam 10 tahun, kamu dapat menjadi kurang lebih sebesar Rp 2,1 miliar.

3. Mengubah hobi menjadi penghasilan

Profesi ibu rumahan adalah profesi yang 24 jam non stop dan tanggung jawab yang berat. Bila seorang ibu ingin menambah penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah salah satu caranya membuat penghasilan sendiri, tapi dalam hobi kamu. Pakailah kecanggihan teknologi dan sosial media, dan kamu bisa menawarkan barang atau jasa hasil karya kamu. Ini juga bisa membantu keuangan keluarga kamu.

4. Ajak pasangan untuk berdiskusi masalah finansial

Libatkan suami atau pasangan kamu dalam mengelola keuangan keluarga. Gunakan waktu yang tepat untuk menbicara finansial. Dan kebanyakan suami menyerahkan semua urusan keuangan keluarga kepada kamu, istrinya. Tidak ada salahnya jika kamu berdiskusi tentang finansial di keluarga biar meminimalisasi pertengkaran atau kesalahpahaman.

Manajemen finansial itu menyenangkan bila tahu triknya, seperti yang disebut. Menjadi seorang ibu dan mengurus dana keluarga bukan hal yang mudah, namun bukan hal yang mustahil. Saatnya kamu tahu cara-caranya, hal ini akan menjadi mudah dan tidak akan seberat dari sebelumnya.

4 Tips Pengelolaan Uang Untuk Bisnis Kecil

pengelolaan uangBila Anda memiliki usaha kecil, kamu mungkin tahu bahwa kesuksesan kamu tidak hanya didorong oleh jumlah transaksi  pelanggan, tapi juga cara pengelolaan uang kamu. Itulah kepentingan untuk memperhatikan berapa banyak uang yang dibelanjakan buat perusahaan kamu dan berapa banyak yang dipakai. Untuk membantu kamu dalam hal ini, berikut adalah empat kiat pengelolaan uang.

1. Mulailah Membuat Penganggaran

Jika memiliki rencana bisnis, sebaiknya kamu juga memiliki anggaran. Anggaran adalah pedoman yang menolong kamu memperbaiki lubang pada sistem pengelolaan finansial kamu. Lacak pengeluaran dan pendapatan, alokasikan dana ke rekening pengeluaran yang dibutuhkan, dan jangan lupa untuk memperhatikan tabungan kamu. Tanpa anggaran, kamu mengemudi dengan mata tertutup. Itulah mengapa penting bagi kamu untuk merencanakan agar perusahaan kamu tidak melangkah terlalu jauh dan tidak sukses.

2. Simpan

Begitu kamu memiliki anggaran di tempat, satu bidang yang harus kamu fokus adalah menghemat uang. Ada banyak cara bisnis dalam mengelola uang dalam mengurangi biaya yang tidak perlu. Ini bukan hanya tentang menyingkirkan apa yang kamu dapatkan dari bisnismu, tapi tentang menjadi pintar dengan mengelola uang kamu. Sama pentingnya dengan menemukan dan membeli alat-alat kantor, ada beberapa cara untuk menghemat dengan membeli barang bekas, yang jauh lebih murah daripada beli yang baru.

3. Sewa Chef Financial Officer (CFO)

Untuk pengelolaan uang bisnis kamu, carilah seorang Chief Financial Officer. Namun, jika seorang CFO terlalu mahal buat kamu, sewalah seorang akuntan atau profesional berpengalaman yang dapat membantu kamu mengelola keuangan kamu. Mempekerjakan seorang akuntan di rumah atau melakukan kontrak dengan layanan lokal adalah salah satu cara cerdas untuk membantu bisnis tetap sehat secara finansial.

4. Buat Strategi Untuk Meningkatkan Arus Keuangan

Pengelolaan uang lebih dari sekedar mempertahankannya. Kamu juga memerlukan strategi untuk menolong kamu meningkatkan cash flow dan menjaga waktu ketika bisnis tidak terlalu lancar. Seperti menabung, ada banyak cara untuk meningkatkan jumlah arus kas. Contohnya, kamu dapat memberikan diskon kepada pelanggan atau mengembangkan program penghargaan untuk mendorong pelanggan-pelanggan membayar lebih awal. Saat bisnis berjalan lambat, kamu bisa mengamankan dengan jalur kredit dan meningkatkan cash flow kamu dengan menggunakan pengelolaan keuangan bisnis dan mencapai kesuksesan.

Nah, bagaimana dengan kiat-kiat tersebut untuk pengelolaan uang? Walaupun bisnisnya kecil, bukan berarti kamu tidak harus mengurusnya dengan teliti. Untuk cari selengkapnya, klik disini.

5 Tips Mempersiapkan Dana Liburan

dana liburanIngin liburan, tapi pusing dan ribet untuk mempersiapkan dana liburan? Memang perencanaan liburan tidak murah dan perlu banyak perencanaan, namun jika Anda sudah merencakanan dengan baik, pasti Anda bisa liburan hingga keluar negeri jika mau. Apa saja tips yang perlu Anda ketahui untuk merencanakan dana Anda? Simak tipsnya di berikut ini:

1. Buat Anggaran

Apakah Anda sudah membuat anggaran untuk uang jalan-jalan Anda? Pastikan Anda memiliki perhitungan, kira-kira berapa yang dibutuhkan untuk transportasi, konsumsi, akomodasi, main, oleh-oleh dan lain sebagainya. Bila Anda tidak ingin repot cari tempat akomodasi dan lainnya, gunakan jasa travel agent untuk membantu mempersiapkan liburan Anda.

2. Jangan Mengandalakan Kartu Kredit

Bila Anda menggunakan kartu kredit untuk berliburan, pada dasarnya tidak ada masalah. Namun, pastikan Anda tahu, bagaimana cara membayar tagihan kartu kredit. Contohnya, jangan gunakan credit card untuk membayar hutang saja, tapi buat mendapatkan diskon, penawaran khusus selama Anda berlibur. Ini akan membantu Anda untuk lebih hemat di dalam perencanaan dana liburan.

3. Jangan Konsumtif

Terkadang saat Anda lagi di tempat tujuan wisata, tidak heran jika Anda sering kali lupa dengan anggaran yang sudah Anda buat. Belanja tanpa mengatur anggaran dan tanpa berpikir panjang, dan berpikir “kan jarang-jarangnya berkunjung di negeri/kota lain. Jadi, kenapa tidak?” Nah, usahakan jangan seperti itu dan jaga pengeluaran Anda. Pastikan Anda menurut anggaran yang sudah dibuat.

4. Sesuaikan Kemampuan

Saat menyusun rencana dan uang liburan, tidak salahnya Anda menyesuaikan kemampuan. Tidak bermasalah jika Anda menunda liburan yang mahal, agar keuangan keluarga tidak berantakan. Misalnya, Anda ingin ke Eropa, tetapi dana liburan belum mencukupi. Jangan memaksa pergi dengan berutang dengan bank atau lainnya. Rencanakan dana liburan Anda dengan matang.

5. Persiapkan Dana Liburan dari Jauh-Jauh Hari

Jika bepergian ke tempat-tempat yang jauh, ideal dana travelling Anda harus mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Satu hal yang harus diingat, jangan mengacaukan kondisi keuangan Anda atau keluarga hanya untuk keinginan sesaat. Kalau Anda mempunyai rencana finansial, prioritaskan tujuan keuangan utama. Contohnya, jika belum memiliki rumah dan sudah berpikir jalan-jalan ke Eropa atau destinasi yang jauh dan mahal, berpikirlah dua kali.

Jadi, buat Anda yang ingin berlibur dan bersenang-senang, jangan lupa untuk menyiapkan dana liburan agar liburan tetap nyaman. Yang ingin tau topic tentang persiapan dana lebih lagi, visit web kami.

Cara Melindungi Biaya Kesehatan

Biaya kesehatanPepatahnya tentang kesehatan adalah mahal di harganya. Tak hanya menghambat aktivitas dan produktivitas Anda dalam pekerjaan. Masalah kesehatan juga berefek pada rencana finansial Anda. Di masa depan, pasti akan ada sesuatu saat Anda terluka atau mengidap penyakit, dan apapun yang bisa mengubah hidup. Tapi, ada hal yang bisa Anda lakukan merencanakan biaya kesehatan Anda. Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk biaya kesehatan siap menghadapi masalah medis yang mungkin terjadi? Yuk, simak cara-caranya:

1. Kelola dana darurat medis Anda

Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, sehingga memiliki tabungan yang cukup untuk darurat akan membuat Anda berpikir lebih tenang. Banyak orang mengatakan bahwa mereka sudah punya keamanan finansial selama 12 bulan, dan seberapa mengatakan rencana finansial mereka hanya aman dalam jangka pendek, seperti waktu sebulan saja. Jika Anda termasuk grup tersebut, tentunya perlu mengatur kesehatan keuangan Anda. Salah satu hal penting yang yang harus dapat Anda buat adalah menyiapkan biaya kesehatan untuk keperluan medis yang tak terduga.

2. Gunakan biaya kesehatan darurat untuk keperluan mendesak

Apakah Anda sudah memiliki dana darurat di tabungan? Di poin ini, Anda harus patuh menggunakan uang tersebut untuk beli demi keperluan harian atau bulanan yang tidak terlalu diperlukan. Pikirkan saat Anda mengalami masalah kesehatan yang akan membutuhkan banyak biaya pengobatan, dan biaya tidak murah. Terlebih selama masa sakit, Anda tidak bisa beraktivitas dan bekerja untuk mendapatkan penghasilan.

3. Pahami sinyal kondisi tubuh Anda

Sangat penting bagi Anda untuk memahami kondisi tubuh dan bagaimana badan bereaksi terhadap situasi tertentu. Anda harus tahu kapan tubuh perlu istirahat yang cukup dan kapan Anda harus kunjungi dokter. Sebelum Anda jatuh sakit, sebaiknya Anda bisa merawat tubuh berdasarkan saran dokter agar terhindar dari sakit yang lebih berat dan membutuhkan biaya kesehatan yang besar. Intinya, segala sesuatu tentang kesehatan tubuh harus Anda kontrol dengan baik.

4. Jaga tubuh sejak muda

Anda mungkin masih muda, sehat, bugar dan berpikir kalau sistem tubuh masih bekerja dengan baik. Namun, jika Anda tidak berwaspada saat Anda muda dan tidak menjaga tubuh, kesuksesan masa depan sangat bergantung pada cara Anda menjaga tubuh sekarang. Banyak kaum muda memakai biaya kesehatan mereka untuk tujuan konsumsi yang tidak diperlukan. Contohnya makanan berlebihan dan belanja barang yang tidak diperlukan. Setidaknya, seberapa kaum muda menerapkan pengelolaan finansial yang memetingkan kebutuhan saat ini, termasuk biaya kesehatan. Segala sesuatu dapat terjadi kapan saja, sehingga memprioritaskan kebutuhan kesehatan di atas yang lainnya. Kondisi kesehatan yang buruh pada saat muda akan sulit disembuhkan seiring usia yang bertambah dan menua.

Apapun masalah kesehatan atau persiapan menghadapi penyakit yang kemungkinan Anda kena, lebih baik menjaga daripada mengobati. Karena itu, jaga kesehatan dan mulai perencanaan keuangan Anda untuk menghadapi masalah secara finansial ketika penyakit datang.

Lima Langkah Menyiapkan Dana Pendidikan

dana pendidikanBuat Anda yang memiliki keluarga, pikirkan anak Anda yang akan melewati 16 tahun masa sekolah. Pastikan Anda sudah menyiapkan dana pendidikan mereka sejak dini sehingga kebutuhan mereka terpenuhi sejak kecil hingga lulus kuliah. Anda tidak akan mengkhawatirkan biaya mereka dan masa-masa sekolah mereka. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya, termasuk memastikan pendidikannya yang berkualitas dan memberikan langkah awal dalam hidup dan karir ke depannya. Namun, biaya pendidikan tidak murah dan Anda pasti tidak ingin membiayai pendidikan dengan berhutang. Untuk menghindari krisis keuangan, berikut lima tips akan membantu Anda menyiapkan dana pendidikan anak sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi:

1. Tinjau kembali dana-dana Anda

Sudahkah Anda menyiapkan uang untuk pendidikan yang cukup untuk anak Anda? Langkah pertama adalah meninjau kembali persediaan dana yang Anda miliki, termasuk tabungan, polis asuransi jiwa, reksadana dan investasi lainnya. Catat jumlah nilai saat ini, serta nilainya saat dia mencapai usia 18 atau 21 tahun. Masukkan faktor-faktor laju pengembalian investasi dan lainnya yang termasuk di finansial Anda. Hitung dengan teliti untuk mengetahui berapa biaya yang akan Anda butuhkan buatnya.

2. Hitung biaya pendidikan anak Anda

Hitung estimasi biaya pendidikan tinggi buatnya. Mulailah dengan mencatat biaya edukasi dan biaya hidup saat ini, lalu kalkulasikan nilainya di masa depan. Contohnya, biaya untuk kuliah di masa empat tahun buat mendapatkan gelar sarjana adalah sekitar Rp 140 juta. Bila ada inflasi di dalam biaya sekolah berkisar 15% per tahun, biaya kuliah bisa naik sebesar Rp 1,14 miliar dari 15 tahun sekarang.

3. Hitung kekurangannya

Berapa banyak tabungan yang akan diperlukan dan ditambahkan agar Anda memenuhi kebutuhan biaya edukasi tinggi di masa depan untuk mereka? Contohnya, Anda memiliki seorang anak berusia satu tahun. Dalam 17 tahun, dia memperkirakan akan memerlukan sekitar Rp 1,5 miliar untuk kuliah sampai mendapatkan gelar sarjana dengan asumsi laju inflasi pendidikan 15% per tahun. Bila Anda memiliki Rp 200 juta saat ini, Anda masih kekurangan dana sebesar Rp 1,3 miliar. Itu hanya biaya kuliah selama empat tahun di Indonesia. Kuliah di luar negeri akan lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak persiapan di perencanaan.

4. Teliti sebelum berinvestasi

Perusahaan asuransi biasanya memiliki solusi tabungan untuk biaya sekolah tinggi anak. Sebelum Anda menginvestasikan uang Anda untuk anak ke produk-produk tersebut, Anda perlu mengendentifikasi target finansial Anda terlebih dahulu. Anda bisa menpersiapkan dana pendidikan dengan bantuan asuransi jika Anda sudah memiliki rencana asuransi.

5. Lakukan diversifikasi

Jika Anda investor yang enggan mengambil risiko memilih jenis investasi dengan risiko yang rendah, kekurangannya adalah pengembalian investasi juga rendah. Mulai untuk melakukan diversifikasi portofolio Anda dengan menaruh sebagian aset yang memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi.

Rencanakan masa depan yang terbaik untuknya dengan langkah-langkah tersebut. Jika Anda masih kesusahan untuk menyiapkan finansial untuk pendidikan, silahkan berdiskusi dengan tenaga pemasaran Anda.

Persiapan Keuangan Untuk Usia Muda

Persiapan KeuanganTidak ada waktu terlalu dini untuk mempersiapkan dana pensiun kamu. Bahkan kebanyakan perencanaan finansial sering merasa klien mereka suka terlambat dalam mempersiapkan dana pensiunnya. Kebanyakan memulainya pada usia 40an, dan itu terlalu terlambat. Harga dari penundaan tersebut akan berdampak pada strategi investasi yang agresif dan akan lebih berisiko terkena fluktuasi pasar jangka pendek yang dapat menyebabkan hasil investasinya lebih banyak. Namun jika dimulai sejak awal dengan cara investasi yang cardas, perencanaan finansial jangka panjang selain membuat para orang muda menjadi lebih siap, juga akan memperbaiki fundamental ekonomi negara. Simak tips penting bagi kamu yang masih mudah dalam persiapan keuangan di berikut ini:

1. Bergaya Hidup Secara Sederhana

Salah satu kunci untuk menghemat dan tidak mengeluarkan lebih dari pendapatan bulanan kamu. Jangan boros dalam pengeluaran sehingga menjadi lebih besar. Jika kesusahan, lebih baik kamu mencari seorang financial planner yang berpengalaman dan dapan membantu menghitung kebutuhanmu dan menyusun strategi buat kamu. Usahakan kamu untuk menabung 3 – 10% dari pemasukan bulanan buat masa depan kamu.

2. Perbanyak Tabungan Kamu

Kunci kesuksesan persiapan keuangan adalah untuk memperbanyakan tabungan kamu dan meraih kebebasan finansial. Usahakan untuk tidak mengeluarkan terlalu banyak, meskipun hanya beberapa lembar uang ribuan. Biasanya pengeluaran akan terikat dengan membeli rumah, mobil, nikah dan lainnya, dan triknya adalah dengan memprioritaskan untuk menabung lebih dulu.

3. Disiplin

Jika kamu memiliki hutang atau ada yang ada hutang dengan kamu, segera di selesaikan secepat mungkin. Urutkan hutang-hutang tersebut dimulai dari hutang dengan bunga tertinggi, atau jadikan semua hutang tersebut dalam satu payung jika bunganya dapat dinegosiasikan.

4. Dana Darurat

Untuk persiapan keuangan, kamu minimal harus sebanyak 3x pengeluaran bulanan jika belum menikah, dan sebanyak 6x penghasilan bulanan jika kamu sudah menikah dan mempunyai anak. Segera sisihkan uang-uang yang kamu dapatkan dan simpan dalam tabungan buat persiapan keuanganmu.

5. Keinginan vs Keperluan

Dengan cara mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, kamu bisa lebih banyak menabung untuk dana pensiun dan investasi-investasi produktif lainnya yang akan memberikan pengembalian lebih besar dalam masa depan. Jadi, kamu harus mulai irit dan hasil persiapan keuangan kamu akan sangat bermanfaat untuk menyimpan atau saat ada keadaan darurat.

Nah, kamu sudah tahu bagaimana cara menyimpan uang untuk persiapan keuangan kamu, kan? Saatnya kamu memikirkan masa depan kamu dan keluarga kamu untuk hidup yang tenang.