Menumbuhkan Sikap Toleransi dalam Keluarga

sikap toleransiMengajarkan kepada anak mengenali dan menerima perbedaan sesama manusia. Toleransi bukan hanya kata kunci yang dimanfaatkan oleh media dalam masyarakat saat ini. Sikap toleransi merupakan kunci untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi ketakutan di generasi penerus. Toleransi adalah penerimaan, keterbukaan, dan rasa hormat terhadap perbedaan agar terciptanya hidup tenang dan seimbang. Tapi bagaimana cara kita menumbuhkan sikap toleransi tersebut?

1. Belajar Untuk Bersikap Adil

Anggota keluarga dapat saling bersikap adil dengan diajarkan oleh orangtua secara langsung. Mengajarkan anak bersikap adil sejak dini merupakan contoh sikap toleransi yang akan terus ada sampai sang anak tumbuh dewasa. Bukan hal yang mudah menjelaskan konsep toleransi kepada anak, maka perlu dimulai dari hal-hal kecil seperti orangtua memberikan hadiah secara adil kepada anak-anaknya. Lakukan diskusi bersama keluarga untuk lebih memahami contoh keadilan yang sesungguhnya bisa dilakukan di rumah hingga lingkungan sekitar. Anak akan melihat bagaimana cara Anda mengaplikasikan sikap adil dengan mengamati perilaku dan ucapan Anda kepada mereka lewat kegiatan sehari-hari.

2. Membangun Kebersamaan

Penanaman nilai kebersamaan di keluarga Anda harus dibangun dalam diri masing-masing. Bagaimana rasa kebersamaan yang tumbuh akan mempengaruhi sikap anak kepada lingkungan mereka. Dengan kebersamaan maka akan tumbuh kebahagiaan dan rasa toleransi atau saling menghargai. Anak akan tahu arti rasa sayang yang tercipta dari keluarganya menjadi contoh nyata bahwa perlu membangun kebersamaan tersebut. Memang terdapat perbedaan dalam keluarga seperti cara berfikir, gaya, minat, maka peran orangtua mengarahkan serta mencari cara bagaimana perbedaan tersebut bukan sebuah landasan keluarga untuk saling membenci.

3. Belajar Toleransi Kepada Orangtua dan Orang lain

Cara paling efektif yang dapat dirasakan anak adalah belajar sikap toleransi melalui orangtua. Kemudian orangtua menjelaskan pola sikap tersebut penting bagi orang lain. Anak adalah peniru yang baik, mereka akan memulainya dari orang terdekat dan mereka cintai. Tindakan dan kata-kata yang sesuai akan mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan. Seperti biarkan anak bermain dan belajar bersama karena anak perlu adanya pengalaman secara langsung.

4. Bermusyawarah Untuk Mufakat

Melalui musyawarah untuk mufakat adalah bagaimana keluarga dapat menyelesaikan masalahnya bersama. Melalui diskusi bersama, bermusyawarah untuk mendapat mufakat atau keputusan yang disepakati. Menyampingkan sikap memaksakan kehendak serta rasa egois. Dengan musyawarah maka hasil keputusan dapat menguntungkan semua pihak karena adanya negosiasi bersama. Dengan cara ini Anda dan keluarga akan belajar saling menghargai dan menerima pendapat anggota keluarga lainnya. Jika salah satu dalam keluarga merasa dirugikan, maka akan dijalankan tanpa rasa ikhlas dan tentu itu sifat buruk yang dapat berdampak entah untuk keluarga atau orang lain. Musyawarah juga akan mengajarkan anak karakter yang berbeda pada setiap manusia teruta keluarganya sehingga tumbuh sikap mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *